Pagi ini aku mulai melaksanakan aktivitasku
sebagai pelajar di satu sekolah terbaik di Jakarta, aku pindah karena papaku pindah
dinas,sedangkan aku asli orang bandung.Saat itu ketika aku sedang mendengarkan
lagu di depan halaman kelas , tiba – tiba seorang cowo tinggi,pintar,dan
seorang atlit basket melewat di depan ku dengan mendribling bola sampai masuk
kelas.”Hei! levian “panggil seorang perempuan di sana. Ya namanya Levian Saputra
ia kelas 3 SMP dan ia ?mungkin teman sekelasku aku belum mengenal dia karena
dia tak kenal aku hehe. Oh iya, namaku Verena Nadiah aku siswi 3 SMP di sini
juga,aku seorang atlit renang ,dan aku sangat suka sekali travelling. Awalnya
aku enggan untuk bersekolah di sini karena lebih nyaman di bandung tapi mau
gimana?tentu pilihan sulit. Hari ini pelajaran yang aku sukai yaitu matematika,
tak sengaja krishna temanku juga itu tentu saja atlit basket ia tinggi putih
juga pintar juga sih tapi agak di ragukan haha.”Hei kau! Bukuku jatuh karena
mu!”kataku marah.”Weiss, selow aja kali ra J ini
aku ambilkan maaf ya”jawab krishna santai dan ia pun langsung pergi.”cie haha,
kayaknya cinta pada pandang pertama nih”ucap sarah yang tertawa.”apa sih?biasa
aja kali haha”lanjut ku santai.
Sepulang sekolah aku pun langsung pergi
menemui bundaku yang bekerja di salah satu perusahaan terkenal di
jakarta.”Hello Mom!”panggilku kepada bunda.”Halo juga sayang, bagaimana hari
pertamamu sekolah?apakah nyaman?”tanya bunda kepadaku.”ya, tentu.tapi banyak
atlit basket mah pusing aku, ganteng2 loh bun”ucapku kepada bunda.”wah iya?apa wajah
bunda akan menjadi primadona di sana?”jawab bunda tertawa.”spertinya tidak,
bunda harus melewati aku,selena dan zulfa haha”jawabku tertawa.”by the way,
untuk apa kamu datang ke sini?”tanya bunda.”aku ingin membeli buku bun di
gramedia, boleh antarkan aku bunda?”rayuku kepada bunda.”boleh, ya sudah ayo
“ajak bunda kepadaku yang terlihat senang. Sesampainya di gramedia aku langsung
memilih buku novel remaja, atau pelajaran. Entah kenapa akhir2 ini aku lebih
suka membaca buku dari pada bermain gadget, menurutku gadget itu membosankan
siapa tau, satu tahun kedepan, lima tahun akan ada gadget yang lebih bagus.
Di toko buku aku melihat seorang cowo
berambut hitam,berkulit putih sedang mendengarkan lagu sambil melihat2 buku,
sepertinya aku kenal dia..”Hai..*terpotong*”ucap verena terpotong.”ya?”jawabnya
santai.”kamu levian?”tanya verena.”ya, aku levian. Eh iya kamu murid
pindahankan? Salah kenal ya ..”ucap levian mengulurkan tangan.”eh, iya salam
kenal juga vian J”jawabku
mengulurkan tangannya juga.”VERENA, cepat ayo bayar setelah itu mari
pulang”panggil bunda di sebrang sana.”iya bunda ..eh levian aku duluan
ya”ucapku kepada levian kemudian pergi”hmm.. iya bye juga”jawab levian
tersenyum.”Ya tuhan dia tampan sekali, apa dia bisa jadi pandangan
pertamaku?haha mimpi verena itu terlalu tinggi”kataku dalam hati.
Keesokan harinya di global atlethic school, aku
berangkat dengan pak supirku. Ia telah bekerja untukku selama aku sd hingga smp
sekarang dia sangat baik kepadaku dan kepada keluargaku. Ketika aku datang,
semua teman2 sedang mengerjakan sesuatu yang menurut mereka cukup serius. “hei,
sarah! Ada apa?”tanyaku kepada sarah yang ikut berdiskusi.”hei,baru datang? Apa
kamu tau?ini daftar orang yang akan mengikuti olimpiade global di inggris
nanti”jawab sarah. Aku pun melihat selembaran kertas itu dan berharap akupun
bisa mngikutinya, walaupun sedikit berat. Dan namaku tercantum di sana dengan
baris kedua setelah tim basket, dan arya rahardian atlit renang putra yang
sering mengikuti lomba bersamaku. Senangnya hatiku ini karena levian masuk!yes
haha.”Aku ikut?”ucap verena pura2 tahu.”iya kamu ikut, cie sama krishna dan
levian haha”jawab sarah lantang.”enggalah ngapain kan beda bidang atuh
haha”kataku dalam hati walaupun berbohong. Lalu setelah aku melihat pengumuman
itu , tak lama panitia sudah memanggilku untuk menemui kepala sekolah untuk
memberi sebuah semangat.”Kepada seluruh kontingen olimpiade harap berkumpul di
depan sekolah untuk penyambutan kepala sekolah”ucap panitia di speaker
sekolah.”yah mulai hari ini kehilangan kamu deh ra”kata sarah.”haha tenang
kok”jawabku santai.”ya sudah, kepada dava krishna,levian saputra,arya
rahardian,dan verena nadiah kalian harus mendatangi karna itu penting, good
luck guys! Semoga berhasil”kata guruku sambil mempersilahkan kami berempat
untuk meninggalkan mata pelajaran.
Di perjalanan kami berempat saling menutup
mulut untuk berbicara satu sama lain, maklum kami berempat belum saling kenal
hanya arya lah yang sudah kenal denganku karena ia temanku semasa olimpiade
kemarin. “hai, verena J”ucap
levian sambil menaruh senyum di situ.”hai juga J”ucapku
langsung menjawabnya.”hei verena, kamu cantik banget hari ini haha tapi engga
deh.”lanjut krisha lantang. Ya, krishna emang makhluk paling menyebalkan
menurutku, tapi entah menurut orang lain. Tapi menurutku ia sangat menyebalkan
dan susah untuk di ajak kompromi.
Kami pun sampai di depan halaman sekolah, di
sana ada kepala sekolah dan bunda ku? Ada apa ia kesini? Mungkin suatu urusan
yang sangat penting.”Good Morning children .. ready for competition ?”tanya
kepala sekolah kepada kami.”yes, we’re ready for this olimpiade”ucap kami
bersama.”ya kalian akan berangkat hari ini pukul 4 dari bandara soetta, dan
perkiraan sampai di sana pukul 8 atau 9 siang.”ucap kepala sekolah kepada
kami.”bunda? kok ada di sini?eh maaf pak hehe”tanyaku polos.”bunda kan salah
satu panitianya sayang..”ucap bundaku sepertinya ia sudah terkenal di sekolah
ini haha.
Pukul 4, kami berempat sudah berada di
bandara internasional soekarno hatta. Dan siap lepas landas menuju london ,
inggris. Setibanya di pesawat aku duduk bersama kedua cowo yang menjadi
primadona di sekolahku yaitu, levian,dan krishna. Sungguh kejadian yang tak
terduga, mungkin ini kerjaan bundaku. Akhirnya kami tiba di bandara heathrow
london, inggris
Sangat senang sekali , di sini sedang musim
dingin jadi?dingin sekali. Keluar dari pesawat aku yang berambut panjang
memakai mantel yang cukup tebal, dan para cwo yang ingin keliatan keren di mata
org2 padahal mereka engga tampan haha. Setelah turun dari pesawat aku dan
rombongan segera menaiki mobil yang telah di siapkan dari pihak panitia.
Berjam-jam berlalu, akhirnya aku bisa sampai
di hotel paling mewah di london, sangat nyaman. Tiba2 ada seorang cowo tinggi,
ia sepertinya atlit juga lalu menghampiri ku dengan senyuman.”Hello.. remember
me ?”tanya pria itu kepadaku.

Aku pun mengingat dan terus mengingat kapan
dan dimana aku bisa bertemu dengan orang itu.”ah, i did’nt remember.
Who?”tanyaku kembali kepada pria itu.”kamu pasti ingat!”lanjut pria itu. Akupun
kaget ternyata ia bisa bahasa indonesia harusnya aku tak susah2 untuk ,mencari
kosa kata itu sungguh sulit.”hmm..siapa ya?apa kau liam?”tanyaku kembali.”yaps,
you right! How are you”tanya liam kepadaku yang terlihat linglung.”i’m
fine,thank. Ngapain ke sin?”tanyaku kepada liam.”aku mengikutinya lagi ra,
basket ball yeah! Eits, apa ada yang mengirimkan dari wilayahmu?”tanyanya
kembali.”ada , itu mereka”kataku menunjuk levian,krishna dan teman2nya.”waw, so
amazing. Lelaki itu pasti akan menjadi pangeran sesungguhnya di sekolahku nanti
ckckck”katanya sambil melangkah pergi. Aku pun terheran-heran apa yang di
katakan oleh liam benar?kataku dalam hati.
Tiba di lobby levian dan krishna mengajakku
berbincang2 sedikit.”hai, kamu tadi bicara sama siapa?”tanya mereka
serempak.”hah? tadi? Oh dia itu william tapi sering di panggil liam, he is my
bestfriend haha”jawabku tertawa.”aku serius tau ih “kata krishna.”masa sih?
Biasanya juga engga haha”jawab ku kembali.”ya sudahlah what ever”kata krishna.
Setelah itu kami pun langsung bersiap2 untuk pertandingan pertama. Kami pun
bersemangat dengan sungguh2 mendapatkan prestasi yang sekolah ku minta. 4 hari
berlalu ini saatnya aku final menghadapi perenang dari korea yang konon katanya
sangat lihai dalam gaya renang, aku pun berani menghadapi dia. Dan akhirnya aku
dapat memenangkan pertandingan ini , aku sungguh senang skali akhirnya cita2ku
yang kini berhasil.
Pukul 4 sore aku terbang menuju indonesia
dengan membawa kabar gembira, begitupun dengan tim basket ia bernasib sama
denganku. Kami pun akhirnya tiba di bandara internasional soekarno-hatta.
Cukup senang di sambut sebagai pahlawan
negara dengan membawa 2 medali emas dari kontingen renang, dan 3 medali emas
dari basket,voli,dan karate.”verenaaa..i miss you so much”panggil sarah
kepadaku.”aku juga kangen banget, hei bagaimana keadaan sekolah?”tanyaku kepada
sarah.”baik2 saja. Eh ra nilai bahasa korea dan prancismu sangat bagus. Guru2
sangat takjub melihat kau ber story telling dg bahasa perancis”ucapnya
jelas.”oh iya? syukur alhamdullilah deh”kataku.
Keesokan paginya aku mulai bersekolah seperti
biasa dengan di antar oleh pak supir, sepertinya ada yang menungguiku di
sana.”hai, verena..”ucap arya di sana.”hei juga tumben nungguin aku?”tanya ku
kepada arya yang memakai headphone di kepalanya.”emang ga boleh ya?”katanya
lalu melangkah pergi.”eitss, engga dong maaf haha ayo..”ajakku kepada arya.
Mungkin firasatku, sepertinya ada orang yang sedang melihatiku dengan seksama
entah dia perempuan atau lelaki aku pun gatau , namun ketika aku liat
kebelakang gak ada siapa2 mungkin hanya khalayanku saja. Di kelas aku langsung
mengajak sarah untuk duduk dan ber curhat sepertinya ia sangat mengertiku.

”sarah, do you know? I like levian!”ucapku
berbisik.”what? do you like him?”jawab sarah terkejut.”yes, entah kenapa rasa
itu suka ada aku hampir ga bisa menerimanya kalo aku menyukai
dia”lanjutku.”pertahankan guys! Goodluck mengejar cowo seperti dia. Tapi aku
yakin kamu akan di terima soalnya kamu cantik,tinggi,berkulit
putih,fashionable,lengkap deh mana ada cowo yang gak suka kamu haha”kata sarah
memujiku.”biasa aja deh fren haha, tapi tadi saat aku berangkat sekolah bersama
arya ada cowo ya mungkin ia memperhatikanku begitu detail sekali”kataku
gugup.”eitss, sasaeng fans broo haha.”katanya memakai bahasa korea.”ani
haha”kataku melanjutkan.
Tiba saatnya pelajaran yang sangat disukai
olehku yaitu bahasa indonesia, selain matematika aku pun suka pelajaran ini
karena aku bisa membaca dan gemar membaca dari beljar dari buku2 bahasa
indonesia. Kami di bagi menjadi beberrapa kelompok untuk pemntasan drama
musikal untuk nilai ujian praktek b.indonesia guru pun memilihkan2 kelompok
karena jumlah siswa di sini hanya 20 orng jadi masing2 kelompok ada 10 orang.
Kelompokku terdiri dari
levian,krishna,devina,sarah,aurel,arya,aku,zulfa,dava,dan nata. Kami akan
melaksakannya minggu depan saat praktek. Oh iya, aku mempunyai perasaan berbeda
terhadap krishna sepertinya ia sering melihatiku dengan detail, ketika aku
sedang olahraga,belajar,maupun istirahat,aku enggan untuk terlalu geer.tapi
emang kenyataan banyak buktinya. Berbeda dengan levian ia sangat dingin padaku
dingin sekali ia bahkan tak pernah mengajakku mengobrol paling hanya untuk
suatu tugas ia pasti akan mengajakku mengobrol.
Suatu hari aku sedang mengerjakan tugas
matematika di kelas, tak sengaja krishna memdorong meja ku. Memang sih ia jail
sekali, paling jahil di kelasku engga heran semua guru menandai dia sebagai
murid pintar tapi banyak tingkah,tapi menurut bundaku itu bagus,tetapi pendapat
orang berbeda-beda. Akhirnya aku marahi dia , dan dia pun seperti kecewa dengan
tingkahku yang tadi namun aku bebas melakukan apapun karena ia juga yang salah.
Beberapa hari berlalu hari ujian nasional telah tiba, aku lebih giat membaca
buku demi kesuksesanku di masa datang. Entah kenapa, aku lebih tertarik dengan
levian apa mungkin aku belum bisa move on darinya?tapi entahlah aku enggan
untuk memikirkannya itu hanya akan membuat aku tidak fokus dalam menghadapi
ujian nasional.
Akhirnya ujian pun berakhir, aku sangat
senang semoga nilai ku tidak sia-sia. Bundaku datang dari koridor sekolah
dengan wajah yang menurutku sangat langka.”Verenaaa.. bunda kagum dengan kamu
“kata bundaku sambil memelukku dengan erat.”ada apa bunda?kok seneng banget
kayaknya?”tanyaku kepada bunda yang seperti orang mendapat hadiah besar.”kamu
masuk sekolah wanita di branksome hall canada, bunda seneng banget sayang”kata
bundaku terharu. Aku pun ikut terharu akupun gak menyangka aku bisa masuk ke
branksome hall sekolah yang aku impikan.

Tiba saatnya pementasan drama musikal di
salah satu aula terbesar di sydney, akupun sangat menghayati itu aku rasa cinta
yang aku rasakan saat smp sangat terasa hari ini. Lalu guru2ku menginformasikan
jika perpisahan akan dilaksanakan di london, tepatnya di warwick castle. Dan
senangnya hari ini aku mulai dekat lagi dengan krishna setelah insiden itu.
“So
beautiful scenery”ucapku kepada sarah.”yes, it’s so amazing. Aku suka
sekalii”kata sarah yang terlihat senang. Seketika levian dan krishna yang
sedang memperhatikanku diam2.”si l'on regarde assez? qui ne va pas?(jika saya
terlihat cantik?salah?)”kataku sambil mengucapkan sepatah dua patah kalimat
prancis
.
” oui je vois bien(ya saya melihat)”ucap liam
yang datang menghampiriku.”sejak kapan kamu di sini?”tanyaku kepadanya.”sejak
tadi, kenapa kamu gelisah?”tanyanya kembali kepadaku.”ya begitulah”jawabku yang
terlihat pasrah. Tiba2 kedua cowok itu datang.”J'aime Verena..(aku menyukaimu,
verena..)”katanya serempak. Aku pun kaget, dan segera mencerna kata2 supaya
dapat di pahami,”apa?kalian menyukaiku?”tanya ku dalam hati.
.
”maaf aku terlalu cepat”kata krishna
kepadaku. Aku menghela nafas sebentar untuk berfikir.”aku memang dari awal
menyukaimu levian tetapi kamu terlalu dingin untukku dan juga kamu krishna aku
hanya bisa menganggapmu sebagai sahabat.kini aku hanya ingin bersama william.
Terima kasih, dan good bye...”jawabku kepada mereka

”maafkan aku untuk semuanya verena, bisakah
memberiku sekali saja kesempatan?”tanya levian kepadaku.”maafkan aku, itu sudah
terlambat..”jawabku lalu melangkah pergi. Akhirnya levian dan krishna menjadi
meyesal, apa yang telah ia perbuat ternyata tak membuahkan apa-apa dan semuanya
sia-sia.
Hari ini aku mulai bersekolah di branksome
hall, tepatnya di asia yaitu korea. Aku sangat senang sekali dapat bersekolah
di situ karena itu impianku.
Dan di suatu ketika aku mendapatkan undangan
untuk menghadiri olimpiade kembali di inggris, aku kangen masa-masa saat aku
berkunjung ke sana. Lalu aku pun berangkat dengan ariana teman ku juga ia
sangat baik sekali, sama seperti sarah. Berangkat dari bandara incheon, dan
lepas landas menuju inggris.
Tiba di london aquatic,

aku langsung menghela nafas karena ini adalah
impianku juga yaitu menjadi seorang atlit renang terkenal. Tak ku sangka dia
mengikutiku lagi ya dia adalah levian masa laluku yang sangat pahit namun kali
ini aku lebih fokus olimpiadeku.

Aku mencegahnya dan dia pun kaget, mungkin
aku tau jika dia sedang menguntitku dari belakang.”hei! stop di situ”kataku
sambil menahannya untuk berhenti.”ada apa? Apa aku salah?”tanyanya kepadaku
dengan polos.”ya kamu, terlalu banyak salah”jawabku lalu melangkah pergi karena
pelatihku sudah memanggil beberapa kali. Saat sedang pergantian aku berkaca
sambil berkata”kamu yang terbaik, kali ini harus berhasil” kataku sambil
berkaca.

Dan akhirnya, dia menang dengan mendapatkan
lebih banyak poin untuk berangkat menuju swiss nanti. Liam pun datang dan
mengajakku untuk berkemah di salah satu tempat berkemah di inggris, bersama
teman2nya. Pertama kalinya aku berkemah di dekat air rasanya aku seperti anak
kecil yang baru menemui air.

Ketika malam tiba, liam mengajakku bercerita
dan dia mengatakan sesuatu yang mungkin aku akan kehilangan semangat selama
beberapa hari.”ra, maaf aku hanya bisa menggangapmu sebagai sahabt sejati,
bukan lebih”katanya sambil menatapkedepan.
Aku
kaget dan tak percaya ia mengatakannya dengan mudah, lalu akupun menjawab”ya
it’s okey aku bisa mengerti itu”kataku yang terdiam.

Sejak
itu aku mulai bersahabat dengan liam, bermain bersama, berfoto ria, menaiki
perahu bersamanya sungguh persahabatan yang takkan pernah pudar.


Dan
aku mulai sadar lebih baik mementingkan karir daripada percintaan yang belum
tentu bisa terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar