Roda waktu berputar hingga saat ini tak terasa. 2 tahum berlalu dimana aku mulai menyelesaikan masa sekolah pertamaku. Dan kini waktunya aku untuk memulai sekolah atas dan mencapai cita citaku nanti.
****
PART 1
U First?
Pagi itu kebetulan, hari pertama sekolah dimulai. Nadia bergegas berlari menuju lapangan untuk menerima pengarahan dari para kakak osis, dan guru pembimbing. Ia bersekolah di Global athletic school, dimana para atlit bersekolah disana. Via teman pertamanya, ia merupakan atlit renang sama sepertinya.
"Nadd, lu tau gak berapa banyak orang yang sekolah ini sisihin? Menurut gue sih, lebih dari ribuan orang nad" ucap via sambil menunjuk papan pengumuman yang ada di depan kami.
"Vi, lu ga usah so tau. Temen gue banyak yang ke sekolah ini. Dan menurut gue sekolah ini terbaik yang pernah gue tempatin" ucap salah satu perempuan yang berdiri tepat di belakang via.
*nadia dan via pun menoleh*
"Vania? Yaampun. Udah berapa abad kita ga ketemu" panggil nadia kepada perempuan berkerudung putih itu.
"Lu, makin kaya mamah dedeh aja ya van. Duh gue kangen banget sama lu van. Gimana lu sama fatah? Masih lanjut atau udah kelindes kereta?" tanya via.
"Gue sama dia udah lost contact. Fatah gatau kemana dan gue akhirnya bisa pindah ke sini karna, gue gamau ketemu sama fatah lagi" ucap vania lalu pergi berjalan sendirian.
"Vania, maaf gue gaada maksud ngebuat lu jadi flashback sama fatah. Yang gue tau cuma itu" balas via lalu mengejar vania.
"Yaudah gue gak kenapa kenapa kok tenang aja hehe" ucap vania tersenyum.
"Btw nad, apa lu udah dibagi kelas?"tanya via kepada nadia yang sedang mendengarkan lagu dengan headphone kesayangannya.
*diam tanpa respon*
"Nadiaaaaa, hellow" panggil vania menghalau halau tangannya di depan mataku.
"Eh,eh ada apa?" tanyaku seolah tidak terjadi apa apa.
"Yeh, lu mah kebiasaan. Makanya jangan dengerin lagu one direction mulu" balas via menyindir.
"Woles aja kali, via. Gue di kelas ipa 5. Lu dimana?" tanya nadia kepada via yang sedang marah akibat perlakuannya tadi.
"Lah, masa gue di ips 2? Lucu banget ga sih? Gue kan pingin di ipa" jawab via dengan nada tinggi.
"Gue aja di ipa 5, bareng sama lu nad. Cie kita sekelas lagi wkwk" lanjut vania mencolek bahuku.
"Asik gue ada temen, vania lu sebangku sama gue ya" ucap nadia kepada vania.
"Lah lu berdua enakk, gue sendirian" balas via menunduk lalu berjalan menuju kelas.
"Yee,gue punya temen sekelas sama lu via. Namanya tiara dia atlit voli, temen gue itu pinter mungkin lu ntar bisa ketularan pinternya wkwk" ucap vania kepada via.
"Iya gue tau, dia tiara temen smp gue juga dulu wkwk. Yaodah kalian masuk kelas gih gua mau fokus sekolah biar bisa ngalahin kalian" jawab via lalu berlari menuju kelas barunya yang terletak di lantai 2 sekolah itu.
"Ada ada aja anak itu...(menoleh) eh, kamu kok disini?" tanya nadia kepada sosok pria yang mengagetkannya.
"Nad,lu lupa sama dia? Dia ituu faishal. Dia tuh anak smp dulu bareng sama kitaaa" ucap vania kepadaku yang terlihat kebingungan.
"Oh, faishal" balas nadia singkat.
"Maaf aku harus pergi dulu, vania, nad gue duluan ya" kata faishal lalu pergi menuju kelas.
"Nadiaaa, yaampun nadiaaa. Respon lu cuman oh doang pas faishal nyenggol lu?nad faishal itu gantengnya maksimal yaampunnnnn gue aja suka" lanjut vania panjang lebar.
"Yaudah buat lu aja van, gue mah belakangan" jawab nadia singkat.
*bel masuk berbunyi*
"Nad, kelas kita disinii. Asyik deket kantin, bisa.." ucap vania terpotong karena sesosok pria yang menjadi pria terganteng di sekolah itu. Ya dia adalah, alvian. Pria atlit basket itu mempunyai badan atletis. Oh tidak, ia datang bersamaan dengan faishal. Lelaki yang sangat tidak ingin nadia temui. Apa ada kisah tersembunyi diantara nadia dan faishal?...
***
Kelas itu dimulai, dari pagi hingga sore hari nanti. Mereka tidak pulang,melainkan menyewa sebuah asrama memang di haruskan untuk para murid di sekolah itu.
"Nad, lu sekamar sama gue ya nad" ucap via dan vania.
"Kita bertiga aja ya, gue udah urusin semuanya" balasku kemudia masuk ke asrama itu.
"Faishalll, apa kabar?" tanya via kepada faishal.
"Maygat,orang gila itu lagi(dalam hati)" ucap nadia terdiam,lalu masuk kedalam kamar.
"Faishall, kita satu sekolah kan yaa hehe seneng banget dehh" lanjut vania memegang tangan faishal.
"Ehh, iyaaa via vania. Kita sekolah bareng lagi yaa" ucap faishal kepada mereka berdua.
"Maaf ngeganggu kalian ngobrol, aku mau kekamar dulu. Gak kuat udah ngantuk" ucapku lalu masuk kedalam asrama.
"Nad,nad, tunggu dulu lu kenapa sih? Diakan temen kita. Apa lu gamau nyapa gitu?" tanya via kepadaku yang sudah menutup pintu.
"Udah gausah diganggu dulu, mungkin dia lagi kecapean. Kebetulan juga gue mau mindahin barang barang gue ke kamar sebelah" ucap faishal kepada via dan vania.
"Btw, kamar lu diman faishal?" tanya vania kepada faishal yang sedang membawa sekotak hadiah yang entah untuk siapa.
"Itu, kamar gue di sebrang kamar lu pada" jawab faishal kepada vania.
"Oh? Deket berarti yaa hehe" ucap vania kepada faishal.
"Dasar lu, kegatelan banget van. Udah kita masuk yo, gue takut ada apa apa sama nadia" balas via, lalu mereka berdua masuk kedalam kamar. Namun, faishal menahannya, dan memberikan sepucuk surat yang akan dia kasih kepada nadia.
"Tunggu tunggu.. gue punya sepucuk surat buat kalian kasih ke nadia. Tapi gue mohon harus dia yang baca. Gue pingin dia maafin gue apa yang selama ini gue lakuin kedia. Tolong bantuin gue.." ucap faishak sambil memberikan surat kepada via.
"Oh, okey ntar gue sampein ke nadia. Btw thanks ya" ucap vania heran.
Setelah berbincang lama dengan faishal, kemudian via dan vania masuk kedalam kamar untuk menyusul nadia. Dan memberikan surat yang ditulis faishal untuk nadia. Namun, saat itu nadia sedang tidur dengan foto yang tergeletak disana.
Via dan vania, penasaran dengan foto yang nadia pegang, namun mereka tidak berani melihat karena tangan nadia menghalangi foto tersebut.
*beberapa jam kemudian*
"Nad, gue mau kita kumpul bentar" ucap via misterius kepada nadia yang sedang membaca buku.
"Vi, lu yang mulai ah. Gue mah mau nyimak" balas vania menarik kursi dari meja belajar via.
"Ada apa sih ini? Kalian mau tanya apa hubungan aku sama faishal?" tanya nadia kepada via dan vania.
"Bukan gitu, tadi gue sama via dapet surat dari faishal dia bilang harus lu yang baca. Dan kita bedua gaboleh baca" kata vania yang berusaha meyakinkan nadia.
"Mau lu atau gue yang ngejelasinnya van?katanya gue lah lu malah nyewot gitu aja" ucap via naik darah.
"Ya maaf maaf elah lu mah wkwk" lanjut vania tertawa.
"Nad, gue yakin banget kalo faishal ada yang mau diomongin sama lu makanya dia ngasih surat ini. Percaya deh sama gue nad" kata via meyakinkan kembali nadia.
"Yaudah gue baca, mana sini suratnya" ucap nadia.
"Tapi, mending gue yang baca soalnya gue penasaran sama surat itu wkwk" celetuk vania di depan via.
"Kaga usah. Nad lu aja yang baca. Ni cewe kegatelan banget dari tadi" kata via kepada nadia sambil memberi suratnya.
"Bentar gue baca ya,.......
From; faishal adriansyah putra
To; nadia sabila
Aku tau, kamu marah sama aku gara gara hal taun kemarn yang aku lakuin kekamu. Tapi semua itu bisa aku jelasin kok. Aku sebenernya gaada hubungan apa apa sama reghina. Kamu percaya kan sama aku? Jangan menghindar dari aku nad plis aku mohon. Aku masih sayang sama kamu, aku masih pingin jadi yang pertama di hati kamu. Jangan menghindar dengan cara gini nad. Aku tau kamu menghindar gara gara aku deket sama reghina kan? Waktu itu dia emang sempet bilang cinta sama aku. Ya cuman aku ga bisa aku cuman bisa nerima kamu aja nad. Kamu yang ada di hati aku selama ini. Bagaimana pun juga kamu akan selalu jadi yang pertama di hati aku. Aku juga tau kamu udah terlalu kecewa sama aku kan nad? Plis kasih kesempatan kedua. Yakinin kalo aku bisa berubah. Apa aku masih telat mengucapkan maaf?
Aku sangat rindu denganmu nad. Plis kita kaya dulu. Jangan menghindar...
Your ex- boyfriend
Faishal adriansyah putra
***
Setelah membaca surat tersebut, nadia kemudian keluar dari kamar dan mencari cari dimana faishal. Lalu tak sengaja di taman fuji mereka ditemukan. Via dan vania melihat dari kejauhan kalo mereka memang sedang dekat.
Faishal melihat bahwa nadia datang dengan surat yang di tangannya. Ekspresi senang terlihat di raut wajah keduanya.
"Apa lu udah baca surat yang gue kasih nad?apa lu masih marah dengan apa yang gue lakuin ke lu 1 tahun yang lalu?" tanya faishal kepada nadia.
"Gue ga percaya apa yang lu tulis di surat ini fa, kalo emang bener lu masih sayang sama gue tolong yakinin gue kalo lu bener bener masih ada rasa itu." ucap nadia lalu meninggalkan taman fuji.
"Gue akan ngebuktiin ke lu nad kalo gue bener bener." ucap faishal teriak kepada nadia.
****
PART 2
WHERE ARE Ü NOW?
Keesokan harinya di sekolah, nadia vania dan via datang dengan perasaan senang. Entah mengapa ketiganya sangat senang akhir akhir ini. Nadia dan vania tiba di kelas yang mungkin akan terbumbui dengan drama drama yang menurutnya tak penting untuk di saksikan. Sedangkan via bergegas masuk kekelasnya meskipun ia ingin bersama kedua sahabatnya akan tetapi jalur memisahkan mereka.
Sementara itu para lelaki sedang membicarakan sesosok wanita entah nadia,atau entah siapa. Tepat di pojokan kelas mereka berbicara.
"Alvian lu tau nadia? Anak renang yang cantik dan berambut coklat?" tanya raihan kepada alvian.
"Oh, yang duduk disana?" tanya alvian kepada raihan.
"Itu cewe gue, jangan berani ganggu" ucap faishal menganggu